Rabu, 10 September 2008

Kehilangan yg menyakitkan

Pernah merasa kehilangan?

Setiap org psti pernah merasa kehilangan, entah itu kehilangan ayam, barang, uang, rumah, kasih sayang sampai kehilangan org yg kita sayang.

Mungkin bagi sebagian org yg belum pernah merasakan kehilangan ini mulailah menghargai setiap kasih sayang yang menglir untuk kita, karena kita tidak akan pernah merasa kehilangan apabila kita belum benar2 kehilangan org tsb. Mudah2an kita siap tuk hadapi kemingkinan yg terburuk sekalipun. Kejadian ini berawal dari sebuah kabar yg begitu memukul keluarga yg ditinggalkan, ternyata kehilangan org yg bgitu kita sayang teramat sangat menyakitkan.

Ga pernah terbayang sebelumnya ketika kabar duka itu datang menghampiri , kabar yg tak pernah kau duga semenjak kepergian adikmu utk menunaikan tugasnya mewakili bangsa ini menuju sebuah tempat yg tinggi di Alaska untuk mengibarkan bendera merah putih..

Serasa tersambar petir di sore hari ketika kabar duka itu kau terima, rasa tak percaya bergelayut dihatimu menyangkal berita yang baru saja kau terima, dan tanpa kau sadari ada buliran air mata jatuh dari pelupuk matamu, tak dapat kau tahan perasaan pilu itu perasaan yang begitu kuat menghantam hatimu yang terdalam.

Terlintas dalam ingatanmu betapa dia begitu kau sayangi, teringat kenangan masa kecil yang mungkin tak akan pernah kau rasakan kembali, saat sedih, tertawa, marah, bermain bersama dan berdebat yg terkadang membuat kalian bertengkar, tp pertengkaran itu bukanlah sebuah perasaan dendam yg kalian luapkan karena memang spt itulah tali persaudaraan yg terjalin, dia masih begitu muda sosok yg begitu hangat, ceria, bersemangat, suka menolong dan hampir semua org yg mengenalnya memiliki pandangan yg sama ttg pribadinya

Seminggu sebelum kabar itu ku dengar dia hadir dalam mimpiku bercerita dengan raut wajah bahagia karena telah tercapai salah satu mimpi yg ingin dia wujudkan, betapa senyum itu tak akan pernah lagi aku lihat dan tak akan pernah lagi kudengar senandungnya menyanyikan lagu2 band kesukaanya, sebelum kepergiannya dia sempat berpesan kepadamu bahwa dia ingin sekali melihat konser sebuah band yang akan diselenggarakan, ”dot, beliin tiket konser dong, tar tgl 18 gw pulang koq”, dan kau pun coba mencari info ttg band tsb, tetapi sebelum tiket itu kau dapatkan terlebih dahulu kabar itu datang menghampirimu. Dia memang pulang tgl 18 Juli 2008 tetapi hanya jasad yg tiba di tanah air sedangkan jiwanya telah tenang di alam sana.

Ucapan belasungkawa mengalir deras dan terpampang dihalaman rumahmu berbentuk karangan bunga, begitu banyak org yg menyayangi dia, dia adalah adik yg begitu membanggakan dan memiliki tekad yg kuat untuk raih apa yg ingin digapainya, dia pribadi yg menyenangkan, saat ku teringat setiap canda, tawa, celoteh dan kejahilan yg pernah mewarnai saat hidupnya tanpa terasa hatiku pedih dan berderailah air mataku. Ini kali ke 2 aku merasa begitu kehilangan setelah sebelumnya org tuaku (bapak) pergi utk selamanya ketika aku masih duduk dibangku SD kelas 3, perasaan itu kembali muncul saat kabar itu kudengar.

Rasa menyesal dan duka yg begitu dalam saat aku berkunjung menemuimu, kau ungkapkan perasaan mu yg begitu pilu, dan betapa hancurnya hatiku melihat tetesan air mata bergulir dipelupuk matamu, dalam hati pun kau masih berharap berita ini adalah mimpi buruk yg saat kau terbangun dari tidurmu kau masih akan menemui dia dengan kaos yg sering dia pakai yg bertuliskan ”building a better future”.

Tapi semua ini adalah kenyataan yang harus kau terima dan harus kita semua terima dengan lapang dada, rasa ikhlas yg kini harus mulai dipupuk agar dia tenang disana, untaian doa yg tak akan putus kan slalu mengiringi tiap doa yang dipanjatkan untuk dia. Tuhan kumohon kuatkanlah hati org2 yg telah ditinggalkannya n smoga arwahnya diterima disisimu.

Mungkin kita begitu kehilangan dirinya dan begitu menyayanginya tapi tuhan berkata lain dengan menjemput dia kembali kesisiNya, sesayang apapun kita pada seseorang tetapi ada yg lebih menyayanginya yaitu Tuhan yg telah menciptakan dunia ini.

Kini tugas kita semua untuk melanjutkan semua mimpi yg masih tertunda, mimpi yg akan mengubah hidup kita semua, mimpi yg belum sempat dia wujudkan, mimpi membangun masa depan menjadi lebih baik.

Selamat Jalan Sobat................

Perjalananmu di dunia mungkin hanya sampai disini tetapi kami akan terus mangenangmu dlm doa dan memori yang pernah kita torehkan bersaman. Namamu akan selalu kami kenang selamanya...................”Pungkas Tri Baruno”


10092008

1 komentar:

wINz mengatakan...

dan bukan hanya kami, merekapun akan tetap mengenangmu. selamat jalan... semoga kau tersenyum diatas sana