Selasa, 09 September 2008

Pedih

Pernahkah kau merasakan kepedihan yang begitu mendalam dihatimu, pasti semua org pernah merasakan pedih, pedih yang tak kau kira akan datang secepat matamu berkedip.
Mungkin ini adalah pedih yang paling aku sesalkan dalam hidupku, ketika aku merasa sendiri dalam hutan belantara yang baru saja aku singgahi, ketika aku merasa tersesat dalam kebimbangan hidupku dan ketika hati begitu hampa kurasa.
Ketika sebuah tangan terulur kepada ku dengan semua kehangatan yang ingin kurasakan datang mendekap erat jiwa & raga ini, betapa ku bersyukur Engkau tlah berikan dia untuk membimbingku.
Semua hari begitu indah terlewati,begitu nyaman saat melewati saat bersamanya, senyuman yang dia berikan adalah senyuman yg tlah kembali menghidupkan semua sisi jiwa yang haus akan siraman kasih sayang. Seakan hidup yang kujalani akan selalu bersamanya, kucurahkan sebanyak mungkin rasa sayang dan perhatian yang kupunya sehingga takkan kubagi rasa sayang itu dengan yang lain.
Seakan hati ku dibutakan oleh senyum yg menawan dan sepercik kedamaian yang dia berikan kepada diriku, betapa kebahagiaan meliputi ku saat bersamanya.

Waktupun bergulir dengan cepat dalam kebersamaan itu, tanpa terasa ada luka yang tertoreh dalam kebersamaan yang ku anggap kan slamanya, sebuah penghianatan yg kuanggap sebagai cacat yang tak dapat kuhindari dan tak dapat terelakkan.

Taukah betapa hatiku begitu hancur,terluka, porak poranda hingga ku tak tau lagi kata apa yang dapat kusebut untuk melukiskan perasaan ku disaat itu. Secepat itukah kau berpaling pada yg lain? semudah itukan kau lupakan janji yang pernah kita usung bersama? Luka yang kau torehkan begitu besar dan tak akan pernah dapat aku lupakan begitu saja.

Kini kau tlah bersama dengan yang lain, org yg kau anggap sangat pantas untuk mendampingi kehidupanmu, org yg bisa berbagi segala cerita dan keluh kesahmu, org yg akan mendampingi mu dikala suka & duka.

Taukah kau saat kuliahat kau bersama dirinya perasaan ini tak dapat menahan kesedihan yang teramat sangat, seakan air mata terus menetes dari pelupuk mataku, kurasa sesak didadaku begitu mencekik kerongkongan dan begitu mengiris hati yg telah luka, aku merasa bodoh karena pernah berfikir tuk kembali padamu dan memperbaiki semua yang pernah kita bangun.

Sesaat ku tak dapat menahan diriku yang begitu terhempas kedalam jurang penghianatan yang pernah dia lakukan, tapi hidup ini masih akan terus berjalan dan berpacu dengan waktu, hidupku tak akan berhenti sampai disini karena masih banyak hal yg ingin aku gapai walau tak lagi bersama dia.

Kini kulangkahkan kaki ini mengarungi jalan yang tersisa untuk gapai apa yang pernah aku impikan, ku percaya Engkau tidak tidur dan kupercaya Engkau akan slalu membimbingku menuju jalan yang engkau ridhoi.


09092008

2 komentar:

wINz mengatakan...

anjrittt....
ma sakitnya nancep ampe kesini (sambil nunjuk hati sendiri)!!!
btw, lo knp ma??ini fiksi or??
ini bkn ttg gw kn??hehe...sumpah nancep!!!zap..zap..zap..

aleskyarose mengatakan...

hehe, cb tbak kr2 fiksi or pnglman (pribadi/tmn)? yg psti kjadian ni nyata n pnh tjdi